Setiap hari, malam sebelum berangkat tidur atau pagi sesudah bangun tidur saya selalu membuat list, kegiatan apa saja yang akan saya lakukan di hari itu. Mulai dari tugastugas sekolah yang memuakkan, mengumpulkan tugas akhir yang selalu terlambat dikumpulkan, menata ulang kamar yang nampak membosankan, mengepak barangbarang yang sudah tidak pernah terpakai karena sudah memakan tempat di dalam kamar mini saya, membeli segala kebutuhan yang saya perlukan, sampai pada hal sepele pun juga masuk dalam list, seperti mengganti curtain, bed cover dan mencari headset yang hilang.
Dalam hidup, saya juga membuat list untuk hal-hal yang di prioritaskan.
1. Studi
2. Bakat (re: hobi)
3. Pengetahuan (browsing, reading, ... )
4. Cari uang saku sendiri
5. ...
....
27. Pacaran
Yeah, di atas adalah list to do yang harus saya prioritaskan. Dulu sewaktu saya masih single. Semua berjalan begitu mulus. tetap focus pada tujuan saya. Melakukan semua sesuai dengan porsinya.
Begini, saya punya prinsip, saya boleh lanjut ke kegiatan nomer 2 apabila pekerjaan nomer 1 sudah terselesaikan dengan baik. Dulu, saya selalu melakukan rutinitas ini dengan teratur dan disiplin. Saya tidak pernah melanggar aturan yang saya buat sendiri.
Ketika kamu sudah mengenal apa itu 'pacaran'. Dan seluruh kepala, hati, jiwa dan ragamu telah teracuni oleh 'cinta', maka duniamu akan terbalik. Benar-benar terbalik. Saya sudah membuktikannya. Dan itu sungguh menjengkelkan sekali. kamu akan terlihat seperti orang bodoh yang melanggar aturan yang telah kamu buat sendiri.
Saya benar-benar tergila-gila padanya. Dan saat itulah, list ini mulai tidak berlaku. Seperti playlist di mp3-mu yang random, atau sengaja di setting shuffle. Jadi semua menjadi berantakan. Saya belum tentu memulai hari ini di angka 1, mungkin saja saya memulai di nomer 3 atau 12. saya tidak sadar. Seolah-olah saya ingin pekerjaan ini cepat terselesaikan supaya bisa lanjut ke nomer 27 (pacaran). Sekalipun saya sadar, dan ingin kembali pada prinsip saya semula, semua pekerjaan malah diremehkan. pekerjaan nomer 1 belum tentu selesai benar, lalu lanjut ke nomer 2. Di nomer 2 saya membuat alasan sendiri, yang akhirnya skip menuju nomer3. begitu seterusnya. Jadi semua hasil pekerjaan saya mengecewakan.
Dalam list ini, saya merasa ada highlight di nomer 27. Ketika saya melihat list ini, mata saya akan langsung tertuju pada center of interest. Seperti melihat harta karun yang membuatmu langsung keburu nafsu untuk mendapatkannya, tapi kamu harus melewati ke-26 rintangan. Seharusnya hal itu bisa menjadi sebuah motivasi yang baik. Tapi kalau kamu keburu nafsu, maka kamu akan terburu-buru dan melakukan apapun agar bisa secepat mungkin mendapatkannya.
Sungguh payah. ketika sadar, saya ingin mengakhiri semua ini supaya tetap focus pada tujuan. tapi ketika bersamanya, saya sanggup melupakan segala beban, melupakan tugas yang belum kelar padahal besok sudah deadline, melupakan hutang yang numpuk, seperti orang mabok.
Oh Gosh! I wanna fight with my head, not with my heart.
Dalam hidup, saya juga membuat list untuk hal-hal yang di prioritaskan.
1. Studi
2. Bakat (re: hobi)
3. Pengetahuan (browsing, reading, ... )
4. Cari uang saku sendiri
5. ...
....
27. Pacaran
Yeah, di atas adalah list to do yang harus saya prioritaskan. Dulu sewaktu saya masih single. Semua berjalan begitu mulus. tetap focus pada tujuan saya. Melakukan semua sesuai dengan porsinya.
Begini, saya punya prinsip, saya boleh lanjut ke kegiatan nomer 2 apabila pekerjaan nomer 1 sudah terselesaikan dengan baik. Dulu, saya selalu melakukan rutinitas ini dengan teratur dan disiplin. Saya tidak pernah melanggar aturan yang saya buat sendiri.
Ketika kamu sudah mengenal apa itu 'pacaran'. Dan seluruh kepala, hati, jiwa dan ragamu telah teracuni oleh 'cinta', maka duniamu akan terbalik. Benar-benar terbalik. Saya sudah membuktikannya. Dan itu sungguh menjengkelkan sekali. kamu akan terlihat seperti orang bodoh yang melanggar aturan yang telah kamu buat sendiri.
Saya benar-benar tergila-gila padanya. Dan saat itulah, list ini mulai tidak berlaku. Seperti playlist di mp3-mu yang random, atau sengaja di setting shuffle. Jadi semua menjadi berantakan. Saya belum tentu memulai hari ini di angka 1, mungkin saja saya memulai di nomer 3 atau 12. saya tidak sadar. Seolah-olah saya ingin pekerjaan ini cepat terselesaikan supaya bisa lanjut ke nomer 27 (pacaran). Sekalipun saya sadar, dan ingin kembali pada prinsip saya semula, semua pekerjaan malah diremehkan. pekerjaan nomer 1 belum tentu selesai benar, lalu lanjut ke nomer 2. Di nomer 2 saya membuat alasan sendiri, yang akhirnya skip menuju nomer3. begitu seterusnya. Jadi semua hasil pekerjaan saya mengecewakan.
Dalam list ini, saya merasa ada highlight di nomer 27. Ketika saya melihat list ini, mata saya akan langsung tertuju pada center of interest. Seperti melihat harta karun yang membuatmu langsung keburu nafsu untuk mendapatkannya, tapi kamu harus melewati ke-26 rintangan. Seharusnya hal itu bisa menjadi sebuah motivasi yang baik. Tapi kalau kamu keburu nafsu, maka kamu akan terburu-buru dan melakukan apapun agar bisa secepat mungkin mendapatkannya.
Sungguh payah. ketika sadar, saya ingin mengakhiri semua ini supaya tetap focus pada tujuan. tapi ketika bersamanya, saya sanggup melupakan segala beban, melupakan tugas yang belum kelar padahal besok sudah deadline, melupakan hutang yang numpuk, seperti orang mabok.
Oh Gosh! I wanna fight with my head, not with my heart.
No comments:
Post a Comment