Wednesday, September 7, 2011

Jatuh Cinta

Akhirnya bisa bernafas lega. Bagaimana bisa? Well, saya sendiri tidak tahu. Kemarin, rasanya masih sama. Seperti ada yang mengganjal dibalik bra-ku. Sudahlah, itu sudah lalu. Kini rasanya beda. Seperti waktu pertama kali jatuh cinta. Iya, saya jatuh cinta lagi. Dengan siapa? Denganmu, pasti. Seperti ada magnet dipipiku yang terus menarik agar tak henti senyum. Seperti ada kupu-kupu di dalam perut yang menari-nari.

Sebenarnya, apa yang ada di dalam otak saya? Jalani semua dengan ikhlas? Iya, pasti. Rasa sakit sesakit apapun kalu dijalani dengan ikhlas tak akan terasa. Bersyukur? Iya kita harus banyak bersyukur. Seperti katamu, semakin banyak luka, semakin banyak air mata, kita akan semakin jago membalutnya. Bersyukurlah Tuhan memilihkan jalan ini untuk kita.

Kita adalah orang yang paling beruntung. Paling tidak, kita merasakan cinta dengan jelas. Merasakan gejalanya sampai detail. Namun, ingatlah. Jatuh cinta dan patah hati itu sepasang. Kamu tidak bisa memilih satu di antaranya. Adakalanya pipimu basah airmata, ada saatnya kupu-kupu membuat geli perutmu yang berbunga-bunga. Mereka selalu berjalan beriringan. Tapi mereka misterius. Kamu tidak akan bisa menebak kapan mereka akan datang. Karena itulah cinta. Datang dan perginya tidak bisa di terka.

Apakah kamu siap dikejutkan oleh kedatangnnya? tunggu saja..

No comments:

Post a Comment